Saturday, May 2, 2020

Review Lipcream ElsheSkin

2:23 PM
Ta jia hao! Ketemu lagi sama CiciReceh di sini, yaiyalah kalo gaketemu gimana orang divisit wkwk.
Gimana kabarnya selama PSBB, semoga kamu sehat dan masih betah dirumahaja ya. Banyak kok kegiatan yang bisa dilakuin dirumah. Mulai dari belajar, belanja online, bikin konten, olahraga, sampe kangenin mantan. Asal jangan mikirin dia yang mikirin orang lain! Hahaha.

Aku bawa kabar gembira nih. ElsheSkin, brand lokal yang tadinya dikenal dengan skincare dan radiant skin serumnya yang efeknya aduhay mantulita bangbang, sekarang keluarin produk makeup. Yes, yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba! Begitu tahu mereka launching makeup, langsung gasabar nyoba. Kali ini aku punya 2 produknya, perwakilan dari smooth lip matte dan intense gloss matte. Soon, akan aku review sisanya kalau udah lengkap semua swatchnya (berusaha dikoleksi sabar ya hehe)

Sebelumnya, ElsheSkin udah keluarin lipstik matte yang cukup murah harganya menurutku. Ada yang koleksi mereka lima warna, dan ada kolaborasi dengan Tasya Farasya juga. Entah mengapa, konsep lipcream ini jauh lebih menarik dibanding lipmatte nya. Mungkin karena koleksi warnanya jauh lebih banyak ya, dan ada beberapa opsi dari matte, gloss matte, dan gloss.

Packaging

Keduanya punya packaging yang sama - yakni dibalut box elegant ala lipcream pada umumnya. Designnya bisa dibilang elegan, karena simple, dengan warna gradasi hitam dicampur dengan warna lipcream yang ada didalamnya. Bedanya, kalau si smooth lip matte ini bahan kotaknya memang doff/matte, sedangkan untuk intense gloss matte kotaknya punya glossy finish. Disekeliling box juga dilengkapi dengan berbagai informasi seperti klaim produk, ingredients, informasi produksi, berat, nama produk & shade, dan bahkan dilengkapi kode QR yang bisa discan gadgetmu. Pada kedua ujung juga dilengkapi stiker, untuk memastikan produk yang kamu terima memang baru dan belum dibuka atau digunakan siapapun.

Setelah dibuka boxnya, kita akan ketemu sama si lipcream. Masih berkonsep sama dengan boxnya, masing-masing produk disesuaikan dengan tipe finishnya. Ada nama brand di tutupnya, disertai tanggal expired dan nama shade. Warna lipcreamnya juga terlihat dibagian bawah karena botolnya transparan pada ujungnya. 

Aplikator


Kalau sudah urusan lipcream, pasti pada penasaran sama aplikatornya. Sama kayak kalo liat cowo ganteng ga afdol kalo belom tau status kejombloannya wkwk. ujungnya agak lancip (mirip teardrop) jadi gampang bikin on-fleek lips. Enak banget dipakai meraih ujung bibir yang kecil, jadi bener-bener mendekati sempurna hasil pulasannya. Apalagi kalau bibir kalian tipis dan kecil kayak aku, pasti suka dengan jenis aplikator seperti ini. 

Tekstur dan pigmentasi

Smooth lip matte


Menurutku, teksturnya nyaman dibibir. Dipakai seharian juga masih nyaman. Tapi aku saranin kamu pakai lipbalm sebelumnya, supaya lebih nyaman lagi. Kalau tipe bibir aku sekarang lagi kering, tapi masih bisa pakai si lip matte tanpa flakey. Garis bibir juga jadi nggak terlalu define kalau kamu pakai lip balm dulu. Untuk pigmentasi gaperlu ditanya, lip matte pada umumnya memang pigmented dan termasuk lipstik tahan lama waterproof. Dibawa makan juga masih aman. Ini transferproof, jadi dipakai seharian beraktifitas enak. No worries. Diombre pun aman, ga patchy sama sekali (aku coba ombre dengan si intense gloss matte. Kalau makan berminyak dan barbar memang warnanya memudar, sama seperti lipcream pada umumnya. No worries, kamu masih bisa touch up. Makan anggun ala ratu kerajaan biar gakena lipcream bisa jadi opsi wkwk. 
Ohiya, yang aku pakai ini shade Hello Beautiful, salah satu shade nudenya mereka. Didominasi warna pink muda, jadi cocok untuk warna kulit light to medium. Jangan khawatir, mereka punya beberapa pilihan warna lain yang juga cocok untuk tanned skin, seperti brick the rules dan oh my nude. 

Intense gloss matte


Ini teksturnya lebih nyaman dibanding yang matte. Mungkin karena ada efek basah/glossy nya, jadi di bibir lebih moisturizing. Dipake sendiri juga ga lengket, diombre juga masih aman banget. Kagetnya, karena judulnya gloss, aku pikir warnanya ga akan kelihatan. Ternyata pigmented juga! Good job, tim Elshe skin! Ini keren sih. Kalau bibir kamu kering, ini bisa banget jadi opsi. Teksturnya masih nyaman dan ga bikin kering, tapi warnanya juga keluar banget. Shade yang aku pakai ini I Rose You, tipe warna tengah-tengahnya mereka. Warnanya kemerahan, lebih ke merah terang kalau aku bilang. Makanya cocok untuk dijadiin ombre maupun dipake sendiri. 
Karena gloss finish, jadi ini nggak transferproof. Kalau nempel ke baju, tangan, gelas, dll pasti transfer. Jadi harus agak hati-hati kalau kamu pakai baju putih atau baju berkerah tinggi, jangan sampai kena gloss matte nya. 

Aroma


Keduanya punya aroma berbeda. Saat buka si lip matte, langsung jatuh cinta sama aromanya! Wangi chocolate cookies gitu, jadi seneng pakainya. Kalau si gloss matte, masih terasa aroma lipcream. Semoga si gloss matte bisa dibikin beraroma sweet juga, biar makin happy pakenya. Soalnya aku suka banget wewangian (bukan suzannah tenang wkwk). Kalau ada aroma yang menyenangkan, bawaanya happy aja gitu. Maklum anaknya mudah dibahagiain, gini deh. wkwk 

Final thoughts


Setelah pakai ini selama dua mingguan, menurutku ini tipe yang nyaman dipakai sehari-hari. Bisa dicombine juga walaupun finishnya beda, jadi oke banget. Punya 2 produk aja bisa bikin beberapa look berbeda, jadi ga sayang uang. Menurutku sebagai ahli recehnomic, beli aja kayak aku gini. 1 shade nude dan 1 shade kemerahan/deep, jadi bisa buat ombre dan full lips. Irit beb! hihi

Brand: Elsheskin
Size: 6gr
Harga: 139.000
Beli di: syopipipipi , linknya aku insert disini:

Thanks for coming by, sampai ketemu di blogpost berikutnya!



Sunday, April 19, 2020

Apa yang diharapkan Brand Kecantikan Saat Merekrut Blogger?

11:55 AM
Ta jia hao! Ketemu lagi sama cicireceh di blog ini hehe. Kali ini aku mau sharing satu insight yang aku dapet dari Ngopcan bareng Beautiesquad Community, dan dibawakan oleh Erny Kurniawati. Jadi sebelum memulai postnya, aku mau berterimakasih dulu atas kesempatan dan ilmu yang dibagiin. Banyak materi yang sudah lama jadi pertanyaanku, dan mungkin kamu juga, akhirnya terjawab.


Seringkali kita bertanya-tanya, kenapa si A diajak kerjasama, aku nggak? Atau, apa yang bikin si A sering jadi langganan brand dan kita biasa aja? Untuk jawab ini, kita mulai dari:

Tujuan brand kerjasama dengan blogger

Ada beberapa goals sebuah brand mengajak kerjasama dengan blogger. Beberapa diantaranya:

1. Meningkatkan backlink ke official website brand 

Efeknya tentu akan membantu untuk mendapatkan lalu lintas rujukan dan juga membantu dalam meningkatkan Domain Authority (DA) dari website brand. Peningkatan DA dan PA di website brand akan mempengaruhi brand value dari brand itu sendiri untuk jangka panjang. 

2. Meningkatkan SEO brand di mesin pencari google

Seperti yang sudah disampaikan pada poin 1, DA PA website brand tentunya akan sangat berpengaruh pada SERP atau SEO itu sendiri. 

3. Meningkatkan awareness

Bisa tentang brand itu maupun tentang produk tertentu yang sedang mereka promosikan. Itulah mengapa sebagai beauty blogger kita perlu memperhatikan dan mengikuti timeline yang diberikan brand. Karena jika timelinenya sudah lewat, mungkin produk yang ingin dipromosikan sudah berubah. 

4. Memberikan banyak opsi review ke calon customer

Secara tidak langsung, brand menunjukkan bagaimana cara kerja produk di berbagai jenis kulit. Maka dari itu, untuk skincare ada durasi masa pakai mulai dari 2 minggu sampai 4 minggu. Idealnya, hasil akan nyata terlihat setelah 4 minggu pemakaian. 
Lagi-lagi, efek jangka panjangnya adalah meningkatkan brand value. 

Untuk mencapai keempat goals tersebut saat kerjasama dengan blogger, tentu brand jadi punya kriteria khusus. Nah, ini dia beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh blogger. Kita mulai dengan:

Apa kriteria brand saat mengajak kerjasama dengan blogger

Tentunya ini berbeda-beda setiap brand. Tapi sejauh ini dari pengalaman, ada beberapa kriteria khusus seperti:

1. Blogger harus punya platform TLD dan DA/PA yang baik

Minimal DA/PA nya 12/20. Kenapa? Karena percuma kalau kerjasama dengan blog non TLD dan DA/PA rendah. Secara simple, tujuan brand untuk meningkatkan SEO hingga DA website brand akan sulit tercapai, karena umumnya blog non TLD tidak terindeks oleh google sebaik blog TLD. Hal yang sama juga untuk blog dengan DA/PA rendah. 

2. Personal branding si blogger

Makanya, penting bagi blogger untuk punya personal branding yang kuat. Apa yang ditampilkan di blog dan social media sebaiknya selaras. Untuk beauty brand yang mengutamakan keamanan produk dan ingin mengedukasi calon customer, maka blogger yang diajak kerjasama harus tidak pernah membahas produk abal-abal. Bukan sekedar beauty product saja, tapi juga tidak menggunakan barang kw lainnya (fashion, sepatu, etc). 

Jadi memang soal personal branding blogger ini sangat diperhatikan, walaupun tiap brand punya kriteria yang berbeda. Kalau kamu amati brand The Body Shop misalnya. Mereka nggak ajak kerjasama blogger atau vlogger di level micro dan masif. Kriteria yang mereka pakai itu ambassador, harus TOP KOL, Skincare guru, atau TBSBeautyBae untuk micronya. Tapi, kalau kita amati siapapun yang diajak kerjasama punya personal branding yang jelas dan nggak asal aja gitu. 

3. Apakah harus cantik dan putih?

Pertanyaan ini seringkali datang bukan cuma dari sesama blogger tapi juga dari teman-teman beauty enthusiast. Tentu jawabannya TIDAK. Tapi bisa jadi beda brand beda spesifikasi. Beberapa brand mengutamakan blogger yang harus bisa sharing knowledge tentang produk secara clear ke pembaca. Tentunya dengan menambahkan experience selama pemakaian produk. 

4. Blogger harus menyertakan visual

Visual yang diharapkan ini representatif dan clear (kualitas bagus) sebagai pendukung tulisan. Makanya, tema blog juga jadi pertimbangan brand karena biasanya menyasar kelas tertentu sebagai target marketnya. 

Pertanyaan lain yang muncul, apakah blogger harus kuat di social media untuk diajak kerjasama oleh brand?
Kuat secara branding, tapi nggak harus selebgram. Karena goalsnya nanti akan berbeda lagi. Maka, blogger juga perlu menggarap sosial medianya dengan serius dan mempertajam personal brandingnya. Sebagai blogger juga kamu bisa punya banyak kesempatan untuk ketemu brand di berbagai platform. Keaktifan kamu itu akan bikin brand ngeh, atau malah bisa jadi top of mind. 

Belakangan ini juga pamor blogger nampaknya kalah denga vlogger. 

Apakah tren brand ngajak kerjasama dengan blogger akan mati seiring tumbuhnya vlogger?

Menurut Erny sebagai orang brand, jawabannya nggak. Karena beda platform pasti beda tujuan dan potensial customer itu jenisnya bermacam-macam, jadi nggak menutup kemungkinan blogger tetap dibutuhkan sekalipun ada vlogger. Hanya saja, kembali lagi ke brand masing-masing. Nggak semua PIC yang handle kerjasama blogger benar-benar paham apa yang brand butuhkan. Dalam kasus ini, pernah suatu ketika ada tim internal yang tanya "kenapa sih masih pakai blogger, kan tren udah ke ranah lain?
Mungkin ke ranah lain iya, tapi kembali ke poin awal tadi. Ada goals untuk menguatkan SEO. Nggak jarang, efeknya ke jangka panjang. Karena banyak menghiasi halaman search engine, ternyata jadi ada klien untuk jadi partner jualan. Jadi nggak cuma dari SEO menguntungkannya, tapi juga dari sisi brand awareness, brand value, bahkan ke tingkat sales sekalipun.

Terakhir, pertanyaan paling banyak ditanyakan:

Apa ekspektasi brand saat kerjasama dengan blogger?

1. Blogger jadi ambassador dari brand

Untuk menyampaikan informasi terkait produk yang disepakati. Bila ranahnya makeup, maka melalui tulisannya bisa mengemukakan review secara jelas meliputi deskripsi produk, ingredients, perasaan saat digunakan, hingga plus minusnya. (walaupun nggak semua brand bersedia ada poin minus yang disampaikan). Sedangkan untuk skincare, bisa memberi penjelasan detail tentang produk terutama bila digunakan pada kondisi kulit seperti blogger terkait. Makanya, unsur personal sangat penting dimasukkan dalam review. 

2. Terjalin simbiosis mutualisme

Baik brand dan blogger sama-sama berkepentingan. Sehingga diharapkan sama-sama bisa bekerja dengan profesional.

3. Bantu brand meningkatkan brand value dan branding position

Berkaitan dengan branding position, erat juga kaitannya dengan personal branding blogger sendiri.Ini juga mengacu pada kriteria blogger yang diajak kerjasama. 

Tanya-Jawab

1. Brand tau nggak kalau ada yang beli followers, dicek nggak sih?

Salah satu pertanyaan yang seringkali muncul ketika ada blogger yang beli followers demi dilirik brand. Sebenarnya kembali ke team yang handle. Banyak PIC yang kurang paham hal itu, tapi banyak juga yang suka cek. Memang menentukan juga kualitas PIC dari brand agensi dengan cara kerjanya. Kebetulan di kantor Erny ada influencer marketing yang salah satu tugasnya cari potensial blogger atau nano KOL, harus research. Sebenarnya beli followers atau nggak bisa terlihat dari engagement dan performa konten. Saling komen sesama teman juga terlihat banget, jadi kalau bisa jangan terlalu sering POD, karena lama-lama performanya kayak nggak asli. 

2. Ada brand yang gamau sisi negatifnya diceritakan, atau bahkan ada yang kasih script bahasa yang harus disampaikan. Apakah memungkinkan untuk "nego" tnc nya, dan apakah brand akan kapok? Jika kerjasama memang kurang etis untuk bandingin dengan brand lain, tapi diluar kerjasama kita bandingin ABC gapapa kah?

Soal etis nggaknya, sebenarnya nggak ya. Karena kekurangan pada suatu produk sebenarnya wajar, dan kalau ga cocok dikulit blogger itu manusawi. Nggak cocok kan bukan berarti produknya jelek. Misalnya aku suka makan pare yang pahit, kamu nggak suka padahal banyak gizinya. Bukan karena parenya yang jelek, tapi emang ga cocok aja. Jadi, jalan keluarnya komunikasikan dengan pihak brand. Kembali lagi ke brand, ada yang kapok atau nggak. Bisa jadi nggak cocok di produk A, tapi bisa kerjasama untuk lini produk B. 
Kalau soal membandingkan sebenarnya nggak masalah, tapi kembali ke kebijakan brand. Dan dari sisi blogger bisa menyampaikan perbandingan dengan alasan jelas. Jangan cuma produk A pokoknya buagus banget kalau dibanding produk B. Jadi bisa kasih alasan pendukung yang jelas. 

3. Setelah lihat hasil kerjasama , apa yang dilihat brand sehingga terbuka kemungkinan kerjasama lagi? Bagaimana brand menilai rate card seorang blogger ideal atau nggak?

Yang dinilai ada berbagai aspek. Bisa dari page view, tapi nggak utama. Karena biasanya page view bagus setelah tulisan terindeks sekitar 3 bulan. Sementara untuk collect data per 3 bulan baru dievaluasi cukup menyita waktu. Jadi biasanya ada beberapa aspek yang langsung terlihat:
1. Cara penulisan
 Ini sangat menentukan. Paham nggak dengan cara penulisan kalimat efektif? Biasanya kalau sekali kerjasama dan tulisannya muter-muter, maka nggak dipakai lagi. Khawatirnya, pesan yang ingin disampaikan ke pembaca jadi blunder. Maka, penggunaan tanda baca juga penting diperhatikan. 
2. Foto pendukung
Visual ini penting banget. Gak masalah devicenya apa, tapi kalau kerjasama berbayar maka kualitasnya harus setara misalnya visualnya HD dan clear. Kalau brand lipstik misalnya, please jangan malas swatch di bibir. Karena kalau cuma ditangan ga representatif. Kalau ga mau dibibir karena brand ga mau bayar kemahalan, coba negosiasikan aja. Kalau nggak sesuai, berarti belum jodoh.
3. Blogger beneran cocok atau hanya mention cocok kemudian dipreloved?
Sebenarnya ga masalah kalau teman-teman dapat PR gift lalu dipreloved. Tapi seenggaknya tunggu sekitar 3 bulanan. Karena dengan jual PR gift sebelum 3 bulan kesannya kemarin bilang oke, kok dijual gini? Kecuali kamu punya produk double. 
4. Saling profesional dari awal hingga setelah kerjasama
Jadi pernah ada kasus nego dengan blogger, nego harga. Setelah oke via email, terus di alter accountnya di twitter bahas dengan hate speech. Pas banget ada tim patroli yang lihat. Jadi kalau ada uneg-uneg selama kerjasama baiknya dishare aja. 
Soal rate card dinilai, biasanya:
-Dilihat media kitnya gimana performa channelnya.
 -Kualitas kontennya. Worth nggak sih sama bayaran sekian (meliputi cara blogger menulis dan visual yang ditampilkan).
-Dilihat dari brief brand.
Makanya, brand lebih baik bayar blogger daripada gratisan. Karena kalau barter (hanya dikasih produk) maka brand jangan banyak mau. Win-win solution sih. 

4. Ketika PIC cari blogger yang banyak bahas beauty, malah yang dapet jobnya yang jarang atau bahkan gak pernah bahas beauty sama sekali. Tapi, followers IG nya banyak. Antara blog dan IG, sebenarnya mana yang didahulukan brand?

Ini sebenarnya kembali ke PIC tadi. Dia paham nggak ranah dan goals yang ingin dicapai? KAdang dilapangan, PIC tersebut nggak paham sampaititik itu, jadi blur. Karena ga jelas memahami goalsnya. Kalau sudah paham, seharusnya yang diutamakan blog. Karena kerjasama untuk awareness di IG bisa tanpa blog.
Kedua,brand beauty memang nggak cuma kerjasama dengan beauty blogger atau creator juga. Misalnya, kerjasama juga dengan travel blogger karena ada goals menekankan pentingnya skincare saat traveling, dan mau ekspansi target market. 
Jadi, penyebabnya memang kompleks. Tapi sejauh ini, memang kadang PIC belum paham. Parahnya kadang dari brand juga ga jelas ngarahinnya. 
Kalau di instagram misal goalsnya mau ningkatin profile visit, mau promosi ke masyarakat yang sifatnya cepat (diskon sekian persen dalam 2 hari swipeup). Kalau blog tentunya gabisa pakai tujuan itu. 

Sekian belajarnya di JTALKS hari ini, semoga bantu temen-temen yang baca untuk jawab keingintahuannya. Makasih udah mampir, sampai jumpa di blogpost berikutnya!
@jennitanuwijaya

Saturday, April 4, 2020

Review Npure Tone Up Lotion Memutihkan

12:00 PM
Ta jia hao! Welcome back di jennitanuwijaya a.k.a blognya cicireceh!
Kali ini mau berbagi review produk yang bisa diperoleh dengan mengumpulkan recehan eaaa yang kayaknya geng receh bakalan suka. Yup! Produknya Npure - ini brand lokal yang gemes banget, lebih gemes dari Boboho wkwk.

Disini aku punya 2 produk, sesuai judulnya, tone up body lotion dan matcha bar soap.

Npure Fruitberry Rose Almond Milk Body Lotion
Size: 120ml
Harga: idr 100.000

Klaim produk:
mengandung 7 bahan dasar ajaib:
1. Strawberry, kaya akan vitamin C, fiber. dan asam folat yang dapat mencerahkan kulit
2. Grapeseed, merupakan sumber vitamin C dan E, serta mengandung antioksidan yang dapat melindungi kulit
3. Almond oil, baik untuk melembabkan kulit secara alami
4. Anti stretchmark, mengandung Spilanthes Acmella Flower
5. SPF, melindungi kulit dari sinar matahari
6. Milk, berfungsi mencerahkan, menjaga kelembaban, dan elastisitas kulit sehingga menjadikan kulit cantikmu semakin terpancar
7. Rosehip, mengandung omega 3,6,9 dan antioksidan yang bagus untuk kulit guna menghilangkan noda hitam, bekas luka, serta menjaga kelembaban

Packagingnya seperti yang kalian bisa lihat, aduhay banget. Pink, gambarnya gemes, bentuknya tube mempermudah pengaplikasian. Kaum receh kayak aku yang mudah dibahagiakan gini jiwanya mulai meronta walawpun baru lihat kemasan luarnya. Ehtapi, luaran aja nggak cukup. Butuh yang bagus sampe kedalem-dalem. Ibarat kata, luarannya mah nyenengin mata, isi produknya ngademin hati.

Teksturnya agak thick menurutku kalau dibanding dengan body lotion pada umumnya, tapi nggak sampai se thick body butter. Ditengah antara keduanya menurutku. Mungkin memang sedikit thick karena ada spfnya. Teksturnya cenderung mirip sunscreen yang sering dipakai sebelum berenang. Karena cukup kental, jadi cocok untuk kulit kering dan memutihkan jadi nilai plusnya.

Karena ada SPF, strawberry, dan grapeseed, jadi ada efek tone up yang langsung terlihat segera setelah diaplikasikan. Npure tau aja, cewek butuh yang gercep dan pasti-pasti, gabisa digantungin wkwk. Tapi beneran deh, efek tone upnya langsung kelihatan. Bagusnya lagi, di kulitku warnanya natural gitu, jadi kayak sebulan ga keluar rumah memutihkannya ;p aku sendiri suka pakai ini di tangan dan kaki, yang sering keliatan agak "belang" dan kering karena suka pakai tangan pendek atau naik ojek dan kejemur matahari.

Aromanya sendiri khas npure,yakni ada wangi sedikit tapi nggak nyengat. Jadi masih nyaman banget dipakai sehari-hari. Malah karena ada aromanya, jadi merasa "relax" gitu me time sambil pakai lotion. Yum!

Final thoughts, rasanya sunscreen ini bisa jadi penyelamat kalau lagi belang atau habis berjemur. Nyaman dipakainya, dan nggak sticky. Jadi buat sehari-hari pun masih oke banget. Kalau skintone kamu warm banget / tanned skin, mungkin agak tricky. Soalnya tone up ini belum tentu cocok di semua skintone, tergantung pada skintone awal kamu. Berhubung belum aku coba ke tanned skin, jadi gabisa kasih kesimpulan soal ini.

Npure Brightening Matcha Bar Soap
Harga: idr 35.000

Klaim produk:
Sabun batang 2in1 (sabun dan lulur)
Dengan kandungan alami, diperkaya glutathione, arbutine, dan vitamin E, mampu membuat kulit menjadi lebih bersih, lembut, dan tampak lebih cerah bercahaya.
For normal to oily skin

Packaging wise, gemes banget etdah! Kayak teletubbies kena matahari wkwk. Bentuknya kayak chocolate bar, tapi warna hijau (krn kandungan matcha) dan ada emboss npurenya. Box luarannya juga lucu, dengan tema hijau dan keramaiannya yang khas brand lokal ini. Pas dikeluarin, wangi matchanya langsung keluar. Bahkan aku sempat terpikir, berharap brand ini ngeluarin bar soap versi kecil2 sebesar bongkahan coklat (kayak 1 bar dibagi 8 gitu) supaya produk ini bisa dibawa traveling. Sebetulnya aku tim liquid soap, tapi kalau untuk traveling dan harus bawa sendiri, rasanya bar soap kecil-kecil jadi travel friendly, gaperlu takut tumpah ditas.

Aromanya seger, khas matcha tentunya. Kalau cium aroma ini, rasanya jadi pengen mandi terus. Sayangnya, karena aku lebih suka liquid product, jadi kurang nyaman pakai ini. Lebih ke masalah penyimpanan sih, aku bingung gimana nyimpan yang higienis dan nyaman. Soalnya bar soap yang diletakkan di tempat sabun, seringkali jadi nempel kesitu dan kadang aku tersugesti bahwa itu kurang bersih jadinya. Kalau kamu ga masalah dengan sabun batang, sepertinya kamu akan suka.

Mereka gabungin konsep sabun dan lulur, tapi lebih ke daily use. Jadi lulurnya juga berupa butir halus yang jarang-jarang. Masih nyaman dipakai setiap hari. Tapi memang, efek brighteningnya jangan dibanding sama tone up yang langsung terlihat setelah sekali pakai.

Final thoughts, produk ini cocok untuk kamu yang memang suka sabun batang, atau bisa menyimpannya secara maksimal. Aku pribadi lebih suka ini dipotong kecil-kecil (walaupun agak pr tapi lebih terasa higienis karena nggak terbuka dan dipakai dalam waktu yang lama). Kalau kurang suka, bahkan aku juga jadikan ini hiasan sekaligus pengharum di meja kerja. Lucu juga ternyata!

Thanks for coming by, sampai ketemu di post berikutnya!
Jangan tinggalin aku kayak gebetan yang php itu, ya. :)

Love,
CiciReceh

Thursday, March 26, 2020

Bioderma Sensibio 25th Anniversary Edition + Curcol

9:21 PM
Ta jia hao! Apakabar semua? Kembali lagi di blognya CiciReceh. 
 Kali ini aku mau curhat sekalian review produk. 

Dulu, perempuan itu harus dirumah. Harus bisa masak, nyuci, beres-beres, dan nggak boleh kejar impian. Nggak boleh sekolah tinggi-tinggi, apalagi berambisi soal karir. 
Sekarang, perempuan punya banyak kesempatan, banyak mimpi, dan tentunya bisa dijadiin kenyataan. Kalau cuma sebatas angan angan dan gak kejadian, namanya halu wkwk. Tapi serius, ini juga yang jadi penyemangatku jalanin hari-hari. 

Kalau kata anak milenials, punya satu pekerjaan aja nggak cukup dijaman sekarang. Mungkin kamu kerja dikantor sambil freelance. Kalau aku? Multiple jobs. Ini memang jadi perdebatan, apalagi aku seorang perempuan. Orang suka bilang "kamu tuh perempuan, nggak harus berambisi apalagi ngejar karir. Apasih yang mau kamu cari?"
Aku mau buktiin, kalau perempuan juga bisa. Bisa handle pekerjaan yang berbobot, bisa berprestasi, bisa menginspirasi. Kalau yang bisa sukses itu nggak cuma anak dari keluarga berada dengan latar belakang sempurna. Kalau aku, anak dari keluarga broken home, bisa berjuang dan berhasil. Bisa berprestasi dipendidikan dan dipekerjaan. 
Sekarang, aku kerja sebagai banker di bank swasta terbesar. Aku juga content creator. Aku juga punya clothing line dan online shop. Aku juga membantu sebagai relawan di Yayasan Budha Tzu Chi dan Jakarta Eco Project. Gimana bagi waktunya sama istirahat dan kehidupan pribadi? Time management. Semua itu pilihan. 

Aku memilih beraktivitas produktif dibanding leha-leha dirumah. Aku memilih mengembangkan dan mengeksplor kemampuan baru, dibanding berpasrah pada apa yang ada. Aku memilih berbagi dan menginspirasi, dibanding diam dipojokan, kayak kucing lagi ngambek. wkwk. Intinya, hidup itu soal pilihan. Ini yang orang perlu hargai. Kalau tiap dari kita punya dan berhak atas pilihan hidup masing-masing. 

"Your choice deserve respect, your skin too" merupakan tagline 25th Anniversary nya rangkaian Sensibio H2O dari Bioderma. Aku setuju banget sama kata-kata ini! Seringkali, sebagai perempuan, masih dibatasi, dijudge, dan diragukan. Melalui postingan ini aku mau encourage teman-teman untuk yakin sama diri kamu sendiri. Jangan terlalu dengerin kata orang, karena kamu yang paling tahu kemampuanmu. 

Jalanin serangkaian kegiatan yang aku ceritain diatas, pasti selalu harus tampil "presentable". Dikantor, di event, dimedia sosial, semua menuntut penampilan sebagai salah satu aspek penting. Aku sadar akan hal itu, jadi kemana-mana berusaha tampil maksimal. Dari head-to-toe, outfit sampai makeup. Jujur kulit aku gampang banget jerawatan :" jadi kalau kebanyakan makeup dan jarang skincare, udah pasti jerawatan. 

Pilih pembersih gak boleh sembarangan, bersihin juga harus maksimal. Thanks to ClozetteID yang sudah kasih kesempatan dan kepercayaan aku untuk sharing campaign positive ini, sambil ceritain produk yang udah aku pakai bertahun-tahun. Sejak awal kenal makeup aku suka pakai Bioderma sebagai pembersih. Kenapa? Baca reviewnya sampai selesai ya. 

Bioderma Sensibio H2O Micellar Water Makeup Remover
Size 500ml
Product claim: gently cleanses and removes face and eye makeup. 
Result: Skin is cleansed and soothed
How to use: Soak a cotton pad. Cleanse/remove face and eye makeup. Non rinse.
Packagingnya simple, dengan pink sebagai tutupnya. Yang aku pakai ini modelnya flip-top, jadi dituang seperti biasa. Setahuku, mereka juga punya yang kemasan pump. Jadi pemakaiannya bisa lebih mudah. Tapi yang ini juga nyaman, karena kita bisa tuang ke kapas sesuai kebutuhan.  
Menurutku, ini micellar water yang berhasil membersihkan makeup dengan maksimal. Cushion foundation, powder, blush on, eyebrow, eye makeup, lip matte, semua berhasil diangkat. Hanya waterproof mascara yang kurang terangkat, sisanya aman banget. Untuk kulit acne prone seperti aku, ini nggak bikin breakout,jerawatan, ataupun komedoan. Jadi aman digunakan. Setelahnya juga kulit terasa lembab. Hanya saja, aku pribadi memang prefer dicuci lagi, atau minimal dibilas air supaya lebih merasa nyaman dan segar. Kebiasaan aja sih. Again, ini preferensi. Kalau beberapa orang lain mungkin bisa tanpa dibilas, anyway ini memang ditujukan untuk kepraktisan itu. 

Bioderma Sensibio Tonique
Product Claim: diformulasikan khusus untuk melembabkan kulit sensitif dan membuat kulit terasa nyaman. 
Fragrance free, hypoallergenic, non comedogenic, dermatological advanced formulation.
Cara pakai: tuangkan pada kapas, usap lembut pada wajah dan area mata setelah dibersihkan dengan Sensibio H2O micellar water. 

Kemasannya masih sama seperti micellar waternya. Mengandalkan flip-top pink pada tutupnya, kemasan ini bisa dibilang simpel dan praktis. Kemasan kecil 100ml ini juga travel friendly, nyaman dibawa kemana-mana. 

Toner ini baru aku pakai beberapa kali. Biasanya aku hanya pakai si micellar waternya. Setelah beberapa hari ini, rasanya tonernya lightweight. Mudah menyerap juga ke kulitku. Aku pribadi lebih prefer pakai tangan supaya langsung menyerap ke kulit. Sesuai klaimnya, memang kulitku rasanya lebih lembab. So far, aku suka sama produknya. Belum ada efek yang terlalu signifikan selain melembabkan. 

Again, namanya skincare itu cocok-cocokan. Kalau kulit kalian seperti aku, hopefully kamu terbantu dengan sharing ini. Semoga postingan ini bisa menginspirasi perempuan yang baca, untuk lebih percaya diri, lebih yakin dengan pilihanmu. Keep hustling!

Saturday, March 21, 2020

Somethinc Copy Paste Breathable Cushion and 24k Gold Essence

12:00 PM
Hello gorgeous, ta jia hao! Balik lagi sama cici receh disini. Yuhuuuu~
Mumpung semangat masih membara, mari berusaha rutinin blogging seminggu sekali. Setiap hari Sabtu jam 12 siang akan ada blogpost sayang, eh tayang wkwk. Doain semakin banyak waktu biar aku bisa lebih sering nulis buat kita bersama.

Anyways, para pecinta beauty pasti udah tau banget kalau Somethinc, brand lokal yang viral dengan serumnya ini baru banget ngeluarin cushion dan serum baru, akhir Februari kemarin. Ya mohon maap lahir bathin nih aku baru sempet publishnya sekarang. Bukan karena sibuk ngurusin pacar, itumah biarin aja dia jadi gendut wkwk.

Langsung aja ke produk pertama: C-riously 24K Gold Essence.

Ukuran: 40ml
Harga: IDR 225.500
Claim: Stabilized Vitamin C that prepares your skin to glow from within.
Produk ini juga diklaim aman untuk kulit sensitif jika digunakan pagi dan malam, dan akan lebih maksimal jika digabungkan dengan Somethinc Niacinamide Moisture Beet Serum.

Cara pakai: Ambil 5-10 tetes ke telapak tangan, usapkan ke wajah yang bersih dan diamkan 1-3 menit agar terserap maksimal oleh kulit. Bisa dijadikan sebagai primer sehari-hari.

Packagingnya juara! Pertama kali nemu packaging serum yang seunik ini. Pas ditutup kayak botol biasa, pas dibuka pump serumnya muncul. Siapapun yang inovasi buat botol kayak gini, kamu secerdas albert einstein. Luv ({})
Menurutku, ini tuh kayak brown sugar boba! Produk yang enak dipakai sehari-hari, mudah diserap dan bergaul dengan skincare ku yang lainnya. Selayaknya pacar yang menyenangkan, essence 24k gold ini bisa bikin kita nggak kusam dan pastinya bikin nyaman, maunya sama dia terus #eaaa. Berhubung aku nggak punya si beet serum, jadi gak bisa kasih opini gimana kalau digabungin.
Aku sendiri pakai ini cukup 5 tetes (soalnya kalau berlebih jadi over moisture dan kulit aku tipenya gabisa digituin, emang bisanya yang pas-pas aja.)
Sesuai klaimnya, memang zhen bang buat dijadiin primer a.k.a mantap jiwa! Gimana enggak, teksturnya yang cepat nyerap tapi agak sticky ini bisa bikin kulit jadi lembab sekaligus makeup lebih awet. Langsung diangkat jadi wakil ketua geng inimah. Di kulit jerawat yang kadang lebih rewel dari bayi baru lahir ini, cocok aja sih so far. Nggak ada purging, breakout, maupun jerawat yang bertambah. Mungkin karena mengandung jenis vitamin C yang dalam bentuk lebih stabil yaitu Ascolbyl Glucoside, jadi kemungkinan iritasinya juga sedikit. Thoughtful banget ya!
Ohiya, ada catatan kalau kamu pakai produk ini: jangan digabung dengan retinol/aha/bha karena takutnya bikin iritasi.

Produk kedua, si Copy Paste Breathable Mesh Cushion SPF 33 PA+++

Shade: Serene (for light-medium tone), coco (for medium-olive tone), charlotte (for golden-medium tone)
Harga: IDR 185.900
Claim: breathable technology, non comedogenic, long lasting.
Finish: Morning healthy glow finish
Coverage: medium, buildable, featherlight & smooth

Cara pakai: tap ke mesh cushion dengan aplikator (ada didalam packaging) dan ulaskan ke wajah.

Akhirnya! Setelah berlama-lama nyaman dengan sponge-cushion versi lokal, muncul juga si mesh cushion ini. Dari dulu aku selalu lebih suka mesh cushion over sponge cushion, cuma memang harganya mahal walaupun ga sampe jual ginjal wkwk. Tapi tetep aja berasa, beli mesh cushion Chanel yang harus merelakan sebulan gaji. Seneng banget pas Somethinc keluarin ini dan langsung nggak sabar buat cobain! Soalnya mesh cushion ini lebih higienis (pejuang jerawat pasti tau perjalanannya), dimana sponge cushion lebih banyak simpan kuman dan lebih berisiko buat kita yang sensitif dan mudah berjerawat. Meanwhile, mesh cushion lebih bersih dan aman untuk acne prone skin.
Packaging wise - ini juga zhen bang alias daebak. Magnetic cuy! Buka tutup nya jadi smooth banget. Dibagian depan juga ada semacam emboss yang bikin designnya semakin elegan. Gapernah kebayang bakalan ada produk lokal bisa begini, sama kayak aku belom kebayang bakal dilamar sama lee min ho wkwk. Ngayal aja dulu, mumpung gratis ;p

Lanjut ke produknya, sebenarnya aku nggak terlalu berekspektasi sama produk ini (maaf ya) soalnya kayak produk lokal dan mesh form pertama, jadi rasanya masih jauh dari kata perfect. Eh ternyata, ajib! Isinya gampang dikeluarin, jadi bisa dikontrol dengan nyaman. Walaupun memang, meshnya ini tergolong agak keras dibanding cushion yang biasanya aku pakai. Tapi produknya jadi nggak langsung mbleber kan.
Coveragenya medium tapi bisa dibuild/layer. Bekas jerawat cukup tersamarkan, walaupun ga sepenuhnya tercover. Finishnya juga memang ringan, seperti yang diklaim brandnya. Buat aku sih, satu layer aja udah cukup. Karena kalau terlalu tebel, kulitnya semakin susah napas, siapa yang mau kasih napas buatan? :(  Shade serene ini terasa pas banget di kulitku. Kalau skintone kamu agak melenceng dari 3 shade ini, harap bersabar dan terus dm Somethinc biar mereka ngeluarin lebih banyak shade. Akupun berharap begitu soalnya wkwk.
Bentuk sponge yang dikasih juga thoughtful - biasanya kita dikasih sponge bunder kayak perutnya doraemon. Sekarang, dikasih sponge kotak. Awalnya aku pikir kenapa brand ini aneh :"" tapi ternyata, ini bikin aplikasi di bagian bawah mata dan sudut jadi lebih mudah dan nyaman. Selangkah didepan inimah!

Setelah dicoba pakai beberapa kali, dan dipakai seharian, akhirnya aku bisa menentukan pilihan. Cushion ini enak banget jadi to-go makeup, yang bisa dipakai seharian dan tetap nyaman. Kulit aku sama sekali ga kerasa gatal atau berat, tumben banget dah! Bisa diajak senang dan susah, karena dibawa outdoor dan keringatan juga masih oke. Tapi aku coba pada aktivitas sehari-hari, bukan diajak olahraga ya. Soalnya kalau olahraga aku selalu bareface wkwk. Intinya, ini produk oke punya, barang bagus lah. Lu olang boleh cobain sendiri kalau nggak percaya sama oe.

Anyways, terimakasih udah mampir dan baca blogpostku! Besok-besok ditunggu mampirnya lagi, biar kita nggak saling rindu. Soalnya rindu berat, yang kuat cuma Dilan, biarin aja diamah. Ajak aku ngobrol di @jennitanuwijaya yaa! :)


Friday, March 20, 2020

Super Stay Ink Crayon Full Shades - English

6:00 PM
Ta jia hao! Hello gorgeous, welcome back to jennitanuwijaya blog! 
Today I’m about to share something exciting - a brand new lipstick line from one of our favorite drugstore makeup brand - Maybelline. After the hype of maybelline super stay matte ink last year (2019), now they launched something new - the maybelline super stay ink crayon. You wouldn’t want to miss the chance to try after seeing the hype tho. That’s why I’m here, sharing the review to you! So you guys could see how the product works on me - and imagine how it works on you too. 
     

First thing first, I’m more into a comfortable lip product rather than longevity staying, even tho it’s also an important point to me. Even better when there’s a combination of those two. So  when Maybelline launched this crayon line as one of maybelline matte lipstick collection I’m more than ready to try - the comfortable and daily version of super stay matte ink (SSMI). 




Packaging

What a girl (or at least me) sees first from a product must be the packaging. Once we’re attracted by the packaging - the chance of trying and bringing it home becomes bigger. As for this product, I appreciate how they make it interesting. The concept of crayon - long lost concept from lip color product these days, with a touch of practical. It looks so cute tho - with the lip crayon color all over the body along with product information. In terms of effectivity, they could’ve printed those details directly onto the packaging   itself. 

The crayon itself is also slim - so it’s very easy to take with whenever we’re traveling, working, going to an event, etc. It even suits your smallest clutch bag. The shape of the crayon makes it easier to create a precise look - onfleek lip color. This is what I love the most. Bye hassle!
Maybelline is also smart - putting the sharpener inside each crayon. It helps us securing the sharp edges to get perfectly on fleek lip color. Also you won’t ever worry about losing the sharpener since it’s a built in one. 

Texture and scent

To be honest I’m quite surprised of the texture. With “crayon lipstick” as the concept, it’s more onto creamy and daily friendly product. Even it doesn’t dry my lips. As for the scent, they’re still bringing sweet signature scent into the product, just like the Super Stay Matte Ink

Longevity and color

I love it how they come up with crayon concept, that has precise tip. This helps me a lot in creating a perfect lip color. Even better, no need to worry about the shape cause they also  provide us with the sharpener. Great concept!
I’m also amazed on how the color pops out just in one swipe. I mean - it’s a crayon and the color is real! Who doesn’t love this?? 
It suits daily usage really well - from trying the product until today I almost always use this crayon on daily basis. One of the greatest findings in 2020! 

If you’re wondering about it’s longevity - well it works well as a lip crayon. Just like the brand named “ink”, this crayon stains on my lips after eat and drinks. That’s fine tho, I can touch up anytime I needed.  
The color range is more onto daily basis, this super stay ink crayon is more onto daily and natural side. If you’re a pink lipstick and natural color addict, you’ll definitely love the product and I highly recommend you to try. I wish they’ll launch another quirky colors soon, and bring more fun.



Final thoughts
For a crayon lipstick tagged at IDR 99,000 it’s affordable and definitely worth to try. Especially when you can use it on a daily basis - definitely worth the price. I also really love how the texture itself, and how comfy it is on my lips to create perfect edges. Lip color is one of the most important part of makeup, and I want it look as perfect as possible. 

Sunday, March 8, 2020

Maybelline Super Stay Ink Crayon Full Shade Swatch + Review

10:04 PM
 launching produk baru! Se-excited itu, soalnya Maybelline ini salah satu produk drugstore favorit aku. Gimana engga, wong launching produk baru terus, kualitasnya kece, part terbaiknya sih harganya affordable.
 maybelline ssic flatlay uhuy.jpeg

Setelah sukses sama produk Super Stay Matte Ink, lipstik tahan lama waterproof di tahun lalu, ternyata tahun ini Maybelline ngeluarin sister product nya, Maybelline Super Stay Ink Crayon. Mengusung tema crayon, aku sih expect kenyamanan dari produknya, senyaman pdkt sama doi. Hahaha. Gimana enggak, ujung krayon yang precise ini seharusnya bikin aplikasi lebih mudah dan presisi. cekidot! 

Packaging
Tema crayon ini tentunya packagingnya ngikutin temanya. Bentuknya seperti krayon, hanya saja kalau biasanya crayon lebih “berisi”, kali ini tampilannya lebih slim. Nah karena lipstik matte baru ini ramping, jadi enak banget digenggam dan dibawa-bawa. Senyaman genggaman pacar, ini se enak itu dibawanya! Bahkan waktu aku bawa clutch Kecil dia masih muat buat diselipin. Semua info seperti manufacturing, expiration, terdapat di kemasan. Sayangnya ini diprint di plastik pembungkus, jadi pas dibuka semuanya lepas. Seandainya info diprint di packaging langsung akan lebih helpful (jadi inget kapan expirednya kan). Semua warna diinformasikan di packaging - karena setiap crayon warnanya sesuai isinya. Jadi mudah banget nyusun lipstik di drawer. 
Gaperlu Bingung cara bacanya, di packaging sudah ada nomor shadenya sehingga kita bisa dengan mudah cek dan identify nomor dan warna masing-masing shade. buat aku, detail kecil seperti ini penting banget. 

Selain itu, dibagian atasnya juga ada built-in sharpener, jadi ga perlu khawatir soal bentuk krayon yang tumpul. Anytime kita mau, bisa langsung diraut dan jadi rapih lagi. Ini juga membantu banget biar ga takut kehilangan rautan. Emang gitu cewe, gabisa sama yang suka ngilang hehe ;p


maybelline ssic crayon tajam.jpeg

Tekstur dan warna
Teksturnya bikin kaget jujur!! Berasa lagi ulang tahun terus disurprise in temen wkwk. Karena sebelumnya si SSMI teksturnya lebih thick, yang ini bener-bener senyaman itu! Creamy, kayak crayon. Ujungnya juga lancip sehingga mempermudah gambar ikutin garis bibir. Udah gitu warnanya langsung keluar, jadi gampang banget aplikasiinnya. Karena dia creamy, jadi ga bikin kering bibir. Maybelline Super Stay Ink Crayon ini tersedia dalam 10 warna, dan ini dia swatch sembilan warnanya (soalnya aku cuma punya sembilan hehe). Kalau kulit kalian warnanya seperti aku, ini bisa banget jadi acuan mau pilih warna yang mana. bingung? Beli semua HAHAHA.

Aroma dan ketahanan
Aromanya sama seperti SSMI, wangi manis yang khas dengan cookies cokelat. Ini bikin mood seneng banget pas dipake! Udah beberapa hari aku pakai terus, dan bener-bener nyenengin. Ketahanannya juga bikin kaget. Kalau pada umumnya lip crayon cenderung tipis dan mudah pudar, berbeda dengan ini. Ketahanannya patut diacungi jempol. Diajak makan nasi, pancake, eskrim, dan minum masih strong!! Memang ada warna yang transfer ke alat makan, tapi diluar itu, warnanya masih ada banget. Bukan pudar atau yang hilang sampai warna bibir jadi pucat. Suka banget (monangis ada produk sebegini bagus)! maybelline ssic full colo.jpeg

Final thoughts

maybelline ssic.jpeg


Produk yang tepat untuk mengawali tahun! Yang tadinya sempet berbaring malas karena libur panjang, sekarang jadi semangat lagi main makeup dan explore beauty. Karena nemuin produk bagus ini! Kalau kalian pecinta lipstik pink, pasti akan suka banget sama produk satu ini! Highly recommended by #cicirecehapproved pokonyamah! Apalagi harganya cuma IDR 99.000, bersahabat banget dikantong geng receh pokoknya. 
maybeline ssic on hand.jpeg

jadi, abis ini enaknya review apa lagi? Kasih tahu aku di kolom komentar yaa! 

Thanks for passing by, sampai ketemu di blogpost berikutnya!