Saturday, February 15, 2020

JTALKS: Rasanya Jadi Anak Brokenhome

12:00 PM
Hi gorgeous, balik lagi di blognya CiciReceh! Kalo biasanya nulis sambil ngelawak, kali ini mau serius sedikit ceritanya (walaupun serius udah bubar wkwk). Post ini udah lama banget direncanain, timbul dari pertanyaan yang seringkali muncul, tapi baru berani sharingnya sekarang. Let's get started! FYI, post ini akan super panjang dan berisi curhatan. Mungkin terbagi ke post berbeda, karena banyak banget yang mau aku ceritain. Intinya, aku pengen sharing ke temen-temen yang seringkali ketemuin kasus seperti ini, atau bahkan merasakan hal yang sama denganku. Supaya bisa saling belajar dan saling menguatkan. Supaya dikemudian hari, kita nggak begini lagi.

Kalau lagi kenalan, dan mulai ngobrol lebih dalam tentang pribadi dan latar belakang keluarga, mulailah pembahasan pada orangtua. Mulai dari tinggal dimana, asalnya orang mana, orangtua kerja apa, sampai hubungan dengan orangtua. Disini seringkali timbul keraguan untuk bercerita. Takut ga diterima orang, takut dijauhin, takut dijudge, takut dihina, takut dikasihani. Intinya: AKU TAKUT.

Buat anak brokenhome, bahas keluarga bukanlah hal mudah. Iya, dulu aku selalu nangis tiap bahas keluarga. Tiap lihat gambaran keluarga sempurna disekolah, teman dijemput kedua orangtua, foto, bahkan sampai nonton film selalu nangis. Rasanya SEDIH. Keluargaku ga lengkap, keluargaku ga sempurna. Belum lagi kalau harus bahas pekerjaan dan keberadaan yang aku nggak tahu.

Sejak kecil, aku tinggal sama mami. Sempat tinggal sama papi on weekends, mami on weekdays. Tapi itu ga bertahan lama. Seiring berjalannya waktu, semakin sering sama mami dan sampai akhirnya sangat jarang bertemu dan berkomunikasi sama papi. Dari yang masih tinggal bareng, dianter jemput sekolah, sampai gatau lagi gimana caranya ketemu.

Jarang sekali bisa kumpul berempat. Jangankan punya quality time, bahkan aku sudah ga pernah ingat rasanya makan keluarga bersama. Seingatku: nggak pernah. Jangankan kenangan bersama, bahkan foto keluarga pun nggak ada. Jangankan tempat yang penuh memori spesial, bahkan rumah papi aja aku udah lupa, saking lamanya nggak pernah kesana. Isi rumahnya, memori masa kecil, semua sudah memudar. Yang kuingat hanya potongan kenangan ketika kedua orangtuaku memang kurang cocok, dan pada akhirnya memutuskan berpisah, untuk kebaikan bersama.

Ketika ketemu orang dan ditanya soal keluarga, aku menjawab hanya tinggal sama mami. Respon yang paling mengesalkan: oh maaf, aku nggak tahu. Man, lu gatau juga bukan salah lu. Kenapa harus minta maaf? Karena harus dikasihani? Karena gaada figur ayah? Well, memang sih keluargaku ga sempurna. Tapi memang masih banyak kebahagiaan dalam hidupku. Jadi anak brokenhome bukan berarti menyedihkan dan perlu dikasihani. Bukan berarti kita lebih terpuruk daripada siapapun kamu yang suka ngejudge in anak brokenhome.

Hal yang paling juga terasa adalah gaada figur ayah. Mami yang kerja dirumah memang sering ada waktu, walaupun jadinya aku banyak diasuh mba juga. Mami bisa mengisi banyak peran papi, ngempanin, ngajarin, jagain, etc. Tapi tentunya jadi ada batasan dibanding teman-teman yang keluarganya lengkap. Dulu, aku selalu sedih dan membandingkan keadaan dengan orang lain (apalagi dulu hampir semua temanku terlihat happy family). Tapi sekarang, aku belajar. Belajar menerima keadaan, belajar bahwa ga semua yang terlihat buruk adalah buruk, dan yang terlihat baik adalah baik. Malah ada beberapa teman yang terlihat keluarga bahagia, bercerita bahwa hidup dirumah adalah neraka. Ada yang malah membenci orangtuanya, dikala aku sayang sama mami, for she is.

Untungnya, di keluarga mama ada banyak om dan koko yang sayang sama kita. Banyak yang ngajarin, jagain, dan nemenin kita bertumbuh. Banyak yang ajarin aku untuk tetap sayang kedua orangtuaku, sebagaimanapun mereka adanya. Walaupun mereka berpisah dan ga sempurna, harus sayang mereka karena bagaimanapun karena mereka ada di dunia ini. Apapun kesalahan yang ada di masa lampau, semuanya bisa dimaafkan. Hal buruk dijadikan pelajaran supaya ketika berkeluarga nanti kita nggak begitu.

Jadi, udah tahu kan perasaan anak brokenhome? Yang dibutuhkan itu support, bukan rasa kasihan.
Kalau kamu masih berusaha lepas dari kepahitan itu, semangat sayangku. Aku pernah merasakannya. Bukan hal mudah, tapi kamu bisa melakukannya. Kamu kuat. Kamu nggak sendiri. Aku ada disini, anytime you need me. Samperin aku di @jennitanuwijaya, kolom komentar, atau dm kalau kamu butuh teman cerita dan support. Kita bisa! 

Tuesday, February 4, 2020

MAKEUP INSPIRATION: Valentine!

12:00 PM
Hello gorgeous, makasih selalu balik ke jennitanuwijaya blog, warm hugs!
Katanya, Februari adalah bulan penuh kasih sayang. Walaupun, menurutku seharusnya setiap bulan dipenuhi kasih sayang. Masa sweetnya cuma di hari Valentine, ya nggak?

Terlepas dari hari apapun itu, aku mau selalu tampil all out! Iyalah, apalagi kalau lagi ngedate sama orang tersayang. Eiiits yang jomblo jangan sedih. Ngedate ga harus selalu sama pasangan! Jaman gue jomblo, selalu ngedate sama mami, ii, dan temen. Rasanya? BAHAGIA!

Nah aku mau sharing inspirasi makeup buat ngedate di hari Valentine, merayakan dengan orang tersayang. Ini cuma referensi, kamu ga wajib ikutin dengan sama persis. Bisa aja kamu modifikasi, pakai produk yang seadanya. Karena yang terpenting adalah percaya diri dan inner beauty!

Makeup deets:
Zoom in mesh cushion (Superface) - shade 02 Natural
Infallible concealer (L'oreal)
Loose powder (The Body Shop) - shade 02
Liquid blush on (BLP) - shade peach melba
Rouge Signature lip color (L'oreal) - shade 115 i am worth it
Bronze Eyeshadow Palette (Catrice)
Loreca false lashes
Strawberry soothing face spray (The Body Shop)
Intinya, pakai base yang bikin kamu terlihat flawless (minimal menyamakan warna kulit dan menyamarkan imperfection). Set pake bedak adalah hal wajib kalau kamu berkulit kombinasi sepertiku, atau kulitmu berminyak.

Liquid blush atau cream blush selalu jadi andalanku, untuk blushing yang super natural. Apalagi BLP, aku lagi sering pakai ini 3 minggu terakhir karena bagus banget setelah diblend. Warnanya tetap nyata (yang shade peach melba ini ya, kalau shade lain aku belum coba jadi nggak tau hehe).  Jadi ala-ala malu gitu, sweet! Ini juga kunci ketahanan warna blush - liquid lebih tahan lama dibanding powder atau baked blush. Nggak mau kan luntur setelah cipika cipiki? ;p kalau kamu mau lebih tahan bisa di tambah dengan powder blush setelahnya.

Aku memilih warna eyeshadow dan false lashes yang cukup kentara, supaya menjadi "statement" dan tetap terlihat saat mengabadikan foto. Jelas, makeup mata seperti ini akan terlihat natural dan cantik pada foto!
Sentuhan terakhir adalah warna lipstik. Untuk dinner, aku lebih menyukai warna bibir merah. Ini terasa membuat suasana lebih elegan dan romantis. Kalau kamu mau lebih santai, bisa memilih warna nude yang akan terlihat lebih natural. Jangan lupa untuk semprot face spray supaya makeup lebih menyatu dan terlihat natural.

Here's to a smooth - natural skin makeup to celebrate the special day. Semoga postingan ini ngasih kalian inspirasi buat makeup! Tag aku @jennitanuwijaya di instagram kalo kamu recreate yaa. Cek juga postingan temenku di:


See you on my next post! :)

Sunday, January 12, 2020

Spot Foto Baru di Ancol, Kayak di Bali!

12:00 PM
Hello gorgeous, balik lagi di blognya cici receh!
Siapa sih yang nggak suka foto-foto ala instagram yang kece banget? Apalagi tim pembuat konten, pasti niat abis! Nah kali ini aku mau sharing ada tempat bagus, yang baru banget dibuka di Ancol. Well, sebenernya ini di area publik. Hanya saja instalasi tematik ini memang baru jadi. Tempatnya keren banget, bikin foto kayak lagi di bali. #timreceh liburan ke bali mahal, pake tiket pesawat pula. Sambil nabung, liburan kesini dulu deh ya ;p





Lokasinya deket AW restoran (yang sekarang lagi direnov juga kayaknya) yang ada stasiun warawiri dan deket sama kapal penyebrangan.

Memang hasil foto juga dipengaruhi gear yang dipakai, dan editing. Tapi ini hasilnya raw files dan belum aku edit sama sekali ya. Kameranya pakai Nikon Z7, lensanya juga lensa fix. Jadi efek "bokeh" atau "blur" nya lebih maksimal. Jangan sedih! Kalau gear kamu belum lengkap, bisa banget foto pakai hp dan edit sendiri. Untuk edit blur aku saranin pakai airbrush, dan untuk tone warna bisa pakai lightroom. Kalau mau tambah awan awan gemes bisa coba picnic. Semua demi apa? Demikonten! Hehe





Kalau kalian bingung, Cijen, kok niat banget cuma untuk sebuah atau beberapa buah foto? Iya, soalnya entah kenapa aku ngerasa gregetan kalau hasil foto ga maksimal dan seneng buanget kalau hasil foto maksimal. Yup, se receh itu anaknya. Kebahagiaanku sebatas hasil foto wkwkw.





By the way, thanks to Ko Edo dan Mas Satrio yang udah bikin fotoku kece luarbiasa. Kalian top!

Biaya masuk ancol: idr 25.000/orang (kayaknya mobil juga sama)
Biaya kapal nyebrang ke pulau yang pasir putih: idr 200.000 pp (nanti pas mau balik dijemput lagi sama mamangnya)



Selamat foto-foto, jangan lupa bawa pulang kasih tunjuk emak dirumah! Kalau diupload tag aku ya di @jennitanuwijaya ;p

Happy Sunday!

Saturday, January 4, 2020

Wave of Tomorrow 2019

12:00 PM
Hi geng receh, balik lagi nih sama cicireceh! Kalau kamu follow instagram aku @jennitanuwijaya atau suka nonton youtubeku di jennitanuwijaya channel, pasti udah paham banget kalau aku suka nyamperin tempat baru, apalagi yang aesthetic dan artsy. Emang gitu anaknya, suka coba-coba. Somehow, new experience bikin aku excited dan naikin mood. Nah salah satunya datengin instalasi, bukan cuma pameran seni biasa tapi yang berkonsep. Biasanya, yang gabungin antara seni dan teknologi ini yang bikin greget maksimal! 

Wave of Tomorrow ini udah diadain dari 2018, tapi aku baru berkesempatan dateng di tahun ini. Tahun kemarin mau datang tapi telat tau #kudet wkwk. Nah yang tahun ini aku excited banget! Apalagi lokasinya dekat, di Tribrata Dharmawangsa (Opus Grand Ballroom).

Intinya, si WoT ini menampilkan karya seni berbasis teknologi. Terdiri dari 3 bagian, mulai dari legacy, now, sampai tomorrow. Biasanya, kita (eh apa aku doang? wkwk) kurang semangat kalau diajak bahas masa lalu. Iyalah, kalo inget masa lalu terus, kapan moveon dan ganti pacar? Moveon aja kadang-kadang masih inget kenangan mantan #eaaa. Tapi jujur, ternyata, setelah datang kesini aku paham suatu hal penting. Kita tetap perlu belajar dari masa lalu, karena tanpanya kita gaakan ada dimasa sekarang. Masa sekarang juga penting, karena itu yang menentukan masa depan. Makanya do your best! #sabdacicireceh

Sebelum masuk, kita harus registrasi dulu didepan. Bisa beli tiket online dan ditukar dengan tiket gelang, atau langsung beli disana. Harganya 100ribu/sekali datang, atau 500ribu/tiket terusan yang bisa datang selama 10 hari (20-29 desember 2019). Sudah lumayan digitalized karena registrasinya cukup dengan scan qr dan isi data di hp, cool! Cuma kalau mau kesini agak repot dengan flow, soalnya mereka ngebatasin banget. Masuk harus dari lobby, padahal parkirnya di basement & lobby tutup jalur, jadi opsinya cuma jalan kaki :( begitupun pas pulang. Jadi buat aku yang mager dan cinta kepraktisan, ini minus point yang sangat terasa. Soalnya penjaganya juga beda-beda ngomongnya. Ada yang bilang boleh naik lift, ada yang bilang khusus crew. Jadi agak rancu dan bolak-balik aja menurutku.

Katanya, semua seniman yang terlibat disini adalah seniman lokal. WADUH! Gak nyangka, ternyata Indonesia bisa bikin se-bangga ini. Kalau sebelumnya aku udah tercengang dengan teknologinya Tenblocks yang bisa nampilin boomerang di tembok, yang ini lebih sedap. Mulai dari memahami tradisi, jaman penjajahan, permainan lampu ala internasional, sampai memahami kepribadian kita melalui warna. Semuanya lengkap! Pameran ini ada 3 lantai, 2 lantai dibawah untuk pameran, sedangkan lantai paling atas untuk pertunjukkan musik. Ada penyanyi seperti kunto aji, petra sihombing, eva celia, sampai dj. Sayangnya jadwalnya nggak ada yang pas (rata-rata yang bagus baru mulai tampil jam 9 malam keatas, aku udah ngantuk huhu). 

Pameran seninya bagus dan berkonsep. Jujur sih. Enaknya, semua instalasi ada penjaga yang siap jelasin dan bantuin foto-foto. Ini ngebantu banget untuk memahami karya seninya. Seneng! Ohya, setiap mau masuk instalasi tiket gelang kita akan discan, entah untuk data analisa mungkin yaa.

Selain itu, pameran ini 18+ ya (mungkin karena sponsornya brand rokok). Didalamnya dijual rokok dan minuman beralkohol. Jadi kalau masuk Wave of Tomorrow ini kamu akan diminta KTP (atau tanda pengenal lain) supaya. mereka yakin kamu memang boleh masuk. 

Sayangnya lagi, disini cuma jual roti. Buat tim munchies alias tukang ngunyah yang seringnya kelaparan seperti aku, susah ya ceuuu. Roti kan ga bikin kenyang nih, harganya juga disana lumayan pricey (soalnya tipe bakery mahal gitu). Jadi akhirnya aku melipir, keluar ke sampingnya yang ada pertokoan Dharmawangsa/Dsquare untuk makan malam di poke sushi wkwk. 

Overall, ini experience yang seru! Karena dapat banyak insight dan pengalaman seru, apalagi instalasinya setiap tahun ganti. Dengan cerita seru dibalik instalasi, dan pengalaman coba sendiri, ini memang amazing. 
Last but not least, aku mau makasih sama mami ica @budiartiannisa yang baik banget nungguin aku pulang kantor karena kerjaanya belom selesai dan susah dapat grab karena hujan badai. Karena doi sabar nunggu aku sama kayak aku nunggu jodoh, akhirnya dipertemukanlah dengan mood dan kebahagiaan. Love you barbieeee! (kalo kamu baca, jangan terbang wkwk;p)

Thanks udah mampir di blog aku cerita pengalaman ini, semoga nextnya aku bisa cerita lebih banyak dan lebih seru. Have a nice day! :) 

Tuesday, December 31, 2019

The Body Shop Mediterranean Sea Salt Resurfacing Body Scrub

12:00 PM
Hi geng, balik lagi di blog cicireceh a.k.a jenntan! Kali ini aku mau sharing review setelah beberapa minggu pakai scrub ini. Sebenarnya aku udah lama beli dan udah lama pakai, tapi masih love-hate. Sampai akhirnya sekarang aku yakin sama opini aku, sama kayak yakin jalanin hubungan sama doi #eaaa!

Let's get started!



Packaging
Seperti kemasan BodyShop pada umumnya, plastiknya bisa didaur ulang. Bentuknya jar, bahannya sama seperti jar body butter. Sizenya juga sama seperti size body butter yang kecil. Ini memang diperuntukkan ke travel companion, atau coba-coba sebelum beli regular size.

Waktu beli ini, jujur galau! Karena seri spa of the world ini emang wanginya juara. Sebagai banci wewangian dan kemenyan, cicireceh gabisa milih, literally. Akhirnya aku jejerin beberapa yang wanginya enak, sampai akhirnya pilih yang ini karena kata mbaknya paling laris HAHAHA (soon nabung buat koleksi semua wangi spa of the world wkwk). Jujur ini pertama kali aku cobain jenis scrub ini dari TBS. Sebelumnya aku juga pernah coba body scrubnya, tapi yang gel based.
Cara Pakai
Ini aku agak sotoy seperti biasanya. Aku pakai ini di kulit yang basah, digosok dalam gerakkan memutar sampai dirasa cukup, kemudian dibilas. Somehow setelah beberapa awal dicoba, aku merasa agak sedikit lengket setelah dibilas. Sempat diakalin dengan pakai sabun setelahnya, ini ngebantu banget! Setelah beberapa kali eksperimen, akhirnya aku dapat formula yang pas. Bilas dengan air hangat - pakai sabun mandi - bilas lagi. Ini nikmat banget, hasilnya kulit moisturized + lembut + bersih + segar. Akhirnya aku siap share review!

Tekstur
Seperti yang kalian bisa lihat difoto, teksturnya sedap banget kayak mie instan buat dijadiin scrub. Karena dia bahan dasarnya garam, jadi teksturnya agak kasar. Karena ada kandungan krimnya (cream-based scrub), jadi seperti gundukan garam yang diaduk dalam krim yang thick (bayangin gabungan tekstur garam didalam body butter, kurang lebih begitu). Sea Salt dari laut Mediterania ini dikenal akan kandungan mineral dan mampu mengangkat sel kulit mati. Efeknya? Sudah pasti jadi segar, kayak baru liat lee min ho keluar dari wajib militernya. #minozglobal mari merapat wkwk.
Aroma
Seperti yang sudah aku bilang sebelumnya, aroma seri Spa of The Worldnya The Body Shop ini juara. So do this product. Wangi aromaterapi nya benar-benar menyegarkan dan menenangkan, seakan lagi spa aja gitu (versi murah karena bisa dirumah dan beli produknya sendiri wkwk, tetep dong prinsip receh dalam ekonomi harus dipakai ;p)

Final Thoughts
Setelah hampir sebulan pakai ini, akhirnya aku bisa kasih kesimpulan. Produk ini bagus dipakai dua sampai tiga kali seminggu, untuk membersihkan kulit maksimal. Apalagi tim ojol alias ojek online yang setiap hari terpapar debu jalan. Sedih kan kalau ketemu pacar kulitnya kusam :( i feel you! Makanya aku rajin scrub biar kulit glowing, pandangan pacar silau gabisa liat yang lain HAHAHA. Suka banget karena teksturnya yang dari garam, jadi ngebersihinnya maksimal. Beda sama yang gel, walaupun dibilasnya lebih mudah tapi ngebersihinnya lebih ringan dibandingin ini. Anyways, setelah nemu formula yang tepat, aku malah jatuh cinta dan nyaman banget sama produk ini! Sampe restock malah, saking cintanya, plus karena lagi diskon sih hehe.

Intinya, produk itu akan bagus kalau cocok sama jenis kulit kamu dan tahu cara yang TEPAT menggunakannya. Kalau nggak, ya opininya bisa beda. Sama kayak aku pas awal-awal coba produk ini, kurang suka karena efek lengketnya. Ternyata karena cara pakainya salah.
Efek di kulitku bisa jadi beda di kulit kamu ya. Karena tiap orang punya kondisi yang berbeda :)

Thanks for coming by, semoga review ini ngasih insight buat kamu. Kalau ada request pengen aku cobain produk apa, tulis di kolom komentar, ya! 

Saturday, December 28, 2019

JADIANAKGAUL: Lucky Cat Coffee Kuningan

12:00 PM
Hi gorgeous, kali ini cici receh cafe hopping ke Lucky Cat. Sejujurnya udah sering banget liat orang-orang foto disini, apalagi ibu-ibu arisan yang fotonya bisa sealbum sendiri wkwk.
Nah, karena pas banget hari ini aku ada photoshoot, yaudah gas banget jadiin, sekalian nyobain dan review tempatnya. Skuy !


Pertama, parkirnya enak banget. Karena parkirannya jadi satu sama gor dan beberapa resto lain, jadi pilihannya cukup luas. Untungnya aku datang agak pagi kayak jam 10-11an, jadi masih sepi tentunya. Mungkin kalau weekend gini dan datangnya siang, udah lumayan ramai. Pengunjungnya gor banyak katanya sih, sama kayak pengunjung hati aku eaaaa.

Dari luar tempatnya udah eye catching, terlihat putih cerah dan bersih. Menarik! Kalau lagi bokek, dateng kesini, foto-foto diluar aja ya hahaha. Ala-ala banget yeeuuuu.

Pas masuk, suka banget sama vibes kecoklatan yang ada disini. Pelayannya juga ramah, jadi menyenangkan experiencenya. Cuma satu yang disayangkan: mereka lebih ke cafe, jadi makan berat kayanya dikit banget opsinya, bahkan menurut aku kurang berat #gariskeras wkwk.

Soal harga, sebenarnya sih termasuk standar cafe. Yang lumayan berasa di pajaknya, sekitar 10% pajak + 5.5% service charge. Jadi kita ga perlu repot, mikirin tips buat pelayan. Enaknya sih udah all-in, tapi jadi agak shock aja wkwk. Dengan harga menu sekitar 35-40ribu per produk, aku makan berdua sekitar 240ribu. Padahal cuma snack/minum, itungannya lumayan sih ya.

Tapi yang aku suka, ini lighting alias pencahayaannya ZHENBANG! Keren banget buat dipake foto-foto, bikin konten, etc. Staffnya juga sangat welcome kita yang dateng dengan kehebohan kamera profesional, foto di setiap pojok, bahkan sambil ngevlog wkwk. (jangan lupa subscribe youtube aku: jennitanuwijaya).

Kalau kamu penasaran dengan hasilnya, semua foto yang aku share di postingan ini adalah hasilnya. Difoto oleh Ko Edo (@fernando.setiawan on instagram), kameranya Nikon. Shedap!

Kasih tau di kolom komentar, besok-besok mau konten #jadianakgaul di cafe mana. Siap-siap aku datengin!!

Wednesday, December 25, 2019

Merry Christmas, babes!

12:44 PM
Hello gorgeous, akhirnya aku made up my mind buat kembali nulis dalam bahasa Indonesia. Why? Karena aku ingin reach lebih banyak Indonesian people - as well as being proud Indonesian (walaupun ga 100% indo wkwk tp aku sayang negara ini). Tapi mohon dimaklumi dan dimaafkan kalau bahasanya masih campur-campur dan kurang sempurna seperti kaedah berbahasa yang baik dan benar.

Jadi, ini adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh sebagian besar sobat Kristiani. Yes, ini momen natal, dimana kita bersama merayakan kelahiran Tuhan Yesus sang Juruselamat. Momen yang sudah disiapkan sebulan sebelumnya secara khusus, dan tentunya setahun secara umum. Momen yang seringkali dibuat sederhana, namun lebih sering dirayakan dengan meriah. Karena atas hari ini, sang penyelamat datang, dan kita akan diselamatkan dari dosa. #yaopotohjenn kok jadi ceramah wkwk.

Anyways, melalui postingan ini aku hanya ingin berterimakasih kepada teman-teman yang semasa natal sangat berbesar hati, untuk saling mentoleransi dan menghormati. Hal yang tidak mudah, yang tak akan dirasakan beberapa tahun belakangan, tapi tahun ini terasa berbeda. Sambil mengetik ini, aku menangis haru. Setelah melalui masa-masa dimana Indonesia sangat mudah dipecahkan hanya dengan isu agama yang padahal dikotak-kotakkan oleh manusia, kini bisa dipersatukan justru melalui perbedaan. Indonesia yang dulu membuatku tak betah dan ingin tinggal di luar negri atau bahkan pulang ke negara asal keluarga, kini menyamankanku.
Indonesia yang dulu membuat aku menangis sedih, kini membuatku menangis bahagia.

Ini membuktikan bahwa perbedaan itu indah kawan. Toleransi tentunya, jauh lebih indah.

Selamat hari natal dari keluargaku untuk keluargamu, jikalau merayakan.
Selamat menikmati hari libur untukmu dan keluarga, jikalau ikut merasakan. Lumayan kan ikut libur dua hari, atau bahkan lebih lama. HEHE.

Semoga natal dan libur akhir tahunmu hangat, menghangatkan hatimu ditengah cuaca yang dingin semeriwing membuat merinding dan ngantuk ini.

Sampai jumpa di postingan berikutnya! :)

xoxo,
@jennitanuwijaya / cicireceh