Sunday, September 2, 2018

Bye-bye Acne Scar, is It Effective?!

Hello gorgeous! Seperti judulnya, kali ini aku akan sharing tentang perawatan acne scar atau luka bekas jerawat. Kalau kamu salah satu pembaca setia blogku, pasti kamu sudah sangat familiar dengan Bye-Bye Acne series yang aku ceritakan di beberapa blogpost. Skincare yang aku gunakan memang berhasil mengatasi masalah jerawatku, tapi sisa bekas luka jerawat yang diakibatkan suntikan waktu aku ditangani dokter kecantikan masih membekas, kayak kenangan mantan wkwk. 

Kali ini aku setuju bahwa penyesalan memang datang terlambat. Beberapa tahun lalu, waktu aku masih bekerja sebagai seorang model, memang wajahku seringkali berjerawat, yang menurutku diakibatkan karena sering makeup dan salah cara membersihkan, juga produk yang digunakan makeup artist saat itu ya memang bukan barang-barangku sendiri. Jadi kebersihannya memang diragukan. Tapi sebagai seorang model tentu harus selalu tampil prima, begitu juga dengan kondisi kulit wajahku. Jangan sampai saat mau ada fashion show atau photoshoot wajahku diterpa jerawat. Alhasil, yang terpikirkan adalah ke dokter kecantikan, yang saat itu dokterku selalu memberi solusi berupa suntikan obat jerawat. Menurutnya, suntikan ini akan segera meredakan jerawatku hanya dalam satu malam sehingga keesokan paginya saat aku harus tampil sebagai model tentu wajahku sudah mulus kembali. Mungkin bukan hanya solusi dokter kecantikan ku, tapi juga merupakan solusi yang ditawarkan berbagai spesialis kecantikan. Nggak salah kok, memang betul katanya bahwa dalam semalam jerawatku sudah mereda. Tapi, ternyata efek sampingnya baru terasa di kemudian hari. Lama kelamaan aku tersadar bahwa wajahku ini jadi bertekstur, dimana ada lubang bekas suntik jerawat itu. 
Sebetulnya banyak perawatan untuk jenis masalah seperti ini. Ada PRP atau yang seringkali dikenal sebagai vampire facial, dimana kulit wajah kita akan dilukai dengan jarum dan kemudian dimasukan serum yang berasal dari darah kita sendiri, ada perawatan roller, dan ada facial sejenis PRP yang bedanya menggunakan serum pabrikan. Selama ini aku selalu menghindari berbagai treatment tersebut karena khawatir dengan prosesnya. Yup, semua perawatan luka bekas jerawat ini menggunakan jarum dan anastesi. Mungkin kalian belum tahu kondisiku, yang lemah dan rapuh ini. Aku mudah sekali lemas dan lelah, sehingga ditakutkan perawatan seperti ini akan memberi rasa sakit berlebih padaku dan berakhir pada kondisi kesehatan yang terganggu. Hal yang terbayang saat memikirkan seluruh wajahku ditusuk jarum: pasti akan merasakan sakit yang luar biasa bukan hanya setelah perawatan tapi juga hingga berhari-hari berikutnya. 


Tapi setelah lama waktu berlalu, keinginan untuk memiliki kulit mulus menjadi semakin besar. Keberanianku mulai meningkat saat melihat semakin banyak teman-temanku yang mencoba berbagai perawatan untuk luka jerawat, hingga sering mencaritahu tentang apa yang akan terjadi jika melakukan perawatan ini. Tepat saat aku memberanikan diri untuk melakukan perawatan ini, Klinik Hang Lekiu memberiku kesempatan untuk mencoba treatmentnya. Awalnya sih nggak langsung yakin, aku sempat mempertimbangkannya dulu dengan mama dan meminta persetujuan darinya. Setelah berkonsultasi dan berbagai pertimbangan, akhirnya mama menyetujui dan jadilah aku melakukan treatmentnya. Konsultasi ini dilakukan dengan dokter yang bertugas di klinik, di lobby klinik yang sangat nyaman! Aku suka sekali lobby yang santai seperti ini, luas dan dilengkapi banyak sofa. Dokter yang menanganiku saat itu merupakan dokter umum namun sudah memiliki sertifikasi dalam bidang kecantikan. 

Oke, berlanjut pada proses perawatannya ya.
1. Membersihkan wajah


Tahap pertama sebelum memulai proses perawatan yakni membersihkan wajah. Disini langsung dibersihkan seluruh area wajah dengan milk cleanser. Untuk bagian mata dan bibir tidak terlalu difokuskan pembersihannya, karena memang tidak akan dikenakan perawatan. Area yang difokuskan untuk perawatan luka jerawat ini lebih kepada bagian yang bermasalah saja. Setelah dibersihkan dengan susu pembersih, diangkat dengan tissue, dan kemudian dibersihkan dengan air dan sponge. Rasanya sangat menyegarkan!

2. Anastesi


Tahap kedua merupakan tahap anastesi. Pada tahap ini seluruh area wajah dioles dengan krim anastesi, yang bentuknya mirip dengan masker berwarna putih. Tahap ini membuat kulit wajahku terasa dingin dan segar (mungkin karna diterpa ac juga). Krim anastesi ini didiamkan sekitar 15-30 menit, tergantung seberapa lama dibutuhkan. Karena aku takut bermasalah dengan rasa sakit yang mungkin ditimbulkan, maka aku langsung meminta untuk didiamkan selama 30 menit agar anastesi menyerap dengan sempurna. Di akhir proses ini harusnya kita merasa baal pada bagian kulit yang dioleskan krim tersebut.

3. Proses perawatan


Ini adalah tahap inti dari perawatan luka jerawat. Pada proses ini, dokter langsung yang melakukan perawatannya. Menggunakan sebuah alat sejenis pen (sebenarnya aku merasa ini mirip dengan alat yang digunakan untuk melakukan perawatan semi permanent makeup) berisikan jarum, dan jarumnya ini selalu baru (dan dipastikan sebelum perawatan kamu melihatnya), dokter menggesekkan alat tersebut ke seluruh wajah. Jarum yang digunakan adalah jenis micro needle atau jarum yang amat kecil. Tujuan dari proses ini adalah melukai bagian kulit wajah atau saluran berukuran mikro, kemudian memasukan serum yang dirancang untuk memperbaiki struktur kulit dan pembentukkannya agar masuk dengan maksimal melalui saluran yang dibuat itu. Kemudian diharapkan, setelah proses ini kulit akan membuat lapisan baru yang lebih baik dari struktur kulit yang sebelumnya. Pada proses ini area yang difokuskan hanyalah area yang bermasalah saja. Pada kasusku, yang diutamakan adalah kedua bagian pipi yang memang banyak cekungan bekas luka. Hanya saja karena masih ada serum yang tersisa, serum ini dimasukkan kepada bagian lain di kulit wajah agar hasilnya juga lebih maksimal. Perawatan ini juga berfungsi merangsang stimulasi kolagen.

4. Masker


Setelah melakukan perawatan inti yang cukup ekstrim, kulit kita dibuat "adem" dengan masker. Masker ini menggunakan kertas masker yang dimasukan pada air dingin, untuk merelaksasi kulit dan mengurangi kemerahan dan pori-pori yang memang terbuka. Katanya sih air dingin, tapi mungkin karena masih ada obat anastesinya kulitku sama sekali tidak merasakan dingin. Malah, masih terasa sedikit panas setelah perawatan tersebut. 

Dan selesai! Kemudian setelah masker diangkat, aku diberikan krim pada wajah agar mengurangi kemerahan pada wajah. Sebaiknya setelah dilakukan perawatan ini menghindari debu dan matahari berlebih, karena pori masih terbuka lebih dari ukuran biasanya. Selama 2 hari tidak diperbolehkan menggunakan krim dokter maupun perawatan kulit lain yang mengandung alkohol, karena dikhawatirkan akan memberi rasa perih pada kulit yang sedang dalam keadaan sensitif. Kagetnya, pada proses perawatan ini maupun sesudahnya aku sama sekali tidak merasakan sakit! Yes, ini anastesinya bekerja dengan baik dan penanganan dokternya bagus. Ketika mulai merasa keberadaan jarum, aku langsung mengatakannya kepada dokter dan kemudian dokter menyesuaikan agar aku tidak tersakiti oleh jarumnya. Top!


Setelah beberapa hari, luka mulai membaik dan akhirnya menyisakan kulit dalam kondisi yang cukup baik. Yang aku rasakan setelah acne scar treatment ini, kulit wajahku memang membaik dalam luka jerawat, tapi memang membutuhkan lebih dari satu kali perawatan untuk hasil yang maksimal. Hasilnya belum terlalu signifikan, tapi bisa terlihat adanya perubahan positif pada kulit. Dokter juga sudah memberitahu bahwa hasil dari perawatan ini tidak akan sama 100% dengan kulit yang mulus tanpa masalah acne scar sama sekali, tapi setidaknya bisa lebih baik dari kondisi sebelumnya. 

Harga: IDR 650.000/perawatan
Durasi: 1 jam
Rate: 4/5
Lokasi: Klinik hang lekiu
Jalan Hang Lekiu III No.10, Gunung, Kebayoran Baru, RT.7/RW.4, Gunung, Jakarta Selatan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12120
Thanks to my mom who always accompany me wherever and whenever I go <3

Thanks for coming by, see you on my next post, babes!

No comments:

Post a Comment