Saturday, January 4, 2020

Wave of Tomorrow 2019

Hi geng receh, balik lagi nih sama cicireceh! Kalau kamu follow instagram aku @jennitanuwijaya atau suka nonton youtubeku di jennitanuwijaya channel, pasti udah paham banget kalau aku suka nyamperin tempat baru, apalagi yang aesthetic dan artsy. Emang gitu anaknya, suka coba-coba. Somehow, new experience bikin aku excited dan naikin mood. Nah salah satunya datengin instalasi, bukan cuma pameran seni biasa tapi yang berkonsep. Biasanya, yang gabungin antara seni dan teknologi ini yang bikin greget maksimal! 

Wave of Tomorrow ini udah diadain dari 2018, tapi aku baru berkesempatan dateng di tahun ini. Tahun kemarin mau datang tapi telat tau #kudet wkwk. Nah yang tahun ini aku excited banget! Apalagi lokasinya dekat, di Tribrata Dharmawangsa (Opus Grand Ballroom).

Intinya, si WoT ini menampilkan karya seni berbasis teknologi. Terdiri dari 3 bagian, mulai dari legacy, now, sampai tomorrow. Biasanya, kita (eh apa aku doang? wkwk) kurang semangat kalau diajak bahas masa lalu. Iyalah, kalo inget masa lalu terus, kapan moveon dan ganti pacar? Moveon aja kadang-kadang masih inget kenangan mantan #eaaa. Tapi jujur, ternyata, setelah datang kesini aku paham suatu hal penting. Kita tetap perlu belajar dari masa lalu, karena tanpanya kita gaakan ada dimasa sekarang. Masa sekarang juga penting, karena itu yang menentukan masa depan. Makanya do your best! #sabdacicireceh

Sebelum masuk, kita harus registrasi dulu didepan. Bisa beli tiket online dan ditukar dengan tiket gelang, atau langsung beli disana. Harganya 100ribu/sekali datang, atau 500ribu/tiket terusan yang bisa datang selama 10 hari (20-29 desember 2019). Sudah lumayan digitalized karena registrasinya cukup dengan scan qr dan isi data di hp, cool! Cuma kalau mau kesini agak repot dengan flow, soalnya mereka ngebatasin banget. Masuk harus dari lobby, padahal parkirnya di basement & lobby tutup jalur, jadi opsinya cuma jalan kaki :( begitupun pas pulang. Jadi buat aku yang mager dan cinta kepraktisan, ini minus point yang sangat terasa. Soalnya penjaganya juga beda-beda ngomongnya. Ada yang bilang boleh naik lift, ada yang bilang khusus crew. Jadi agak rancu dan bolak-balik aja menurutku.

Katanya, semua seniman yang terlibat disini adalah seniman lokal. WADUH! Gak nyangka, ternyata Indonesia bisa bikin se-bangga ini. Kalau sebelumnya aku udah tercengang dengan teknologinya Tenblocks yang bisa nampilin boomerang di tembok, yang ini lebih sedap. Mulai dari memahami tradisi, jaman penjajahan, permainan lampu ala internasional, sampai memahami kepribadian kita melalui warna. Semuanya lengkap! Pameran ini ada 3 lantai, 2 lantai dibawah untuk pameran, sedangkan lantai paling atas untuk pertunjukkan musik. Ada penyanyi seperti kunto aji, petra sihombing, eva celia, sampai dj. Sayangnya jadwalnya nggak ada yang pas (rata-rata yang bagus baru mulai tampil jam 9 malam keatas, aku udah ngantuk huhu). 

Pameran seninya bagus dan berkonsep. Jujur sih. Enaknya, semua instalasi ada penjaga yang siap jelasin dan bantuin foto-foto. Ini ngebantu banget untuk memahami karya seninya. Seneng! Ohya, setiap mau masuk instalasi tiket gelang kita akan discan, entah untuk data analisa mungkin yaa.

Selain itu, pameran ini 18+ ya (mungkin karena sponsornya brand rokok). Didalamnya dijual rokok dan minuman beralkohol. Jadi kalau masuk Wave of Tomorrow ini kamu akan diminta KTP (atau tanda pengenal lain) supaya. mereka yakin kamu memang boleh masuk. 

Sayangnya lagi, disini cuma jual roti. Buat tim munchies alias tukang ngunyah yang seringnya kelaparan seperti aku, susah ya ceuuu. Roti kan ga bikin kenyang nih, harganya juga disana lumayan pricey (soalnya tipe bakery mahal gitu). Jadi akhirnya aku melipir, keluar ke sampingnya yang ada pertokoan Dharmawangsa/Dsquare untuk makan malam di poke sushi wkwk. 

Overall, ini experience yang seru! Karena dapat banyak insight dan pengalaman seru, apalagi instalasinya setiap tahun ganti. Dengan cerita seru dibalik instalasi, dan pengalaman coba sendiri, ini memang amazing. 
Last but not least, aku mau makasih sama mami ica @budiartiannisa yang baik banget nungguin aku pulang kantor karena kerjaanya belom selesai dan susah dapat grab karena hujan badai. Karena doi sabar nunggu aku sama kayak aku nunggu jodoh, akhirnya dipertemukanlah dengan mood dan kebahagiaan. Love you barbieeee! (kalo kamu baca, jangan terbang wkwk;p)

Thanks udah mampir di blog aku cerita pengalaman ini, semoga nextnya aku bisa cerita lebih banyak dan lebih seru. Have a nice day! :) 

1 comment:

  1. tim mager agak susah ya jalan kaki, hihihih. Tapi spotnya keren bats!

    ReplyDelete